Kalau kamu sering berkirim dokumen ke calon klien atau mitra bisnis, pasti pernah dengar istilah company profile, proposal, dan katalog.
Sekilas mirip, sama-sama berisi informasi tentang perusahaan dan produk, tapi sebenarnya ketiganya punya fungsi dan gaya komunikasi yang berbeda banget. Yuk, kita bahas satu-satu.
Company Profile: Cerita Siapa Kamu

Company profile adalah wajah resmi perusahaan.
Isinya bukan cuma tentang produk, tapi juga identitas: siapa kamu, apa yang kamu kerjakan, dan kenapa kamu ada.
Biasanya berisi:
- Profil perusahaan (sejarah, visi misi, nilai)
- Struktur organisasi atau tim inti
- Portofolio proyek atau klien
- Layanan utama
- Kontak dan legalitas
Tujuan: membangun trust dan citra profesional
Kapan dipakai: saat pertama kali memperkenalkan perusahaan ke calon klien, investor, atau mitra baru
Singkatnya, company profile adalah “cerita siapa kamu dan kenapa orang harus percaya.”
Proposal: Cara Kamu Meyakinkan
Proposal adalah dokumen yang menawarkan solusi spesifik.
Kalau company profile adalah “perkenalan,” maka proposal adalah “ajakan kerja sama.”
Biasanya berisi:
- Latar belakang masalah
- Solusi atau ide yang ditawarkan
- Rencana kerja atau timeline
- Estimasi biaya
- Benefit yang didapat klien
Tujuan: meyakinkan bahwa solusi yang kamu tawarkan paling tepat
Kapan dipakai: saat mengikuti tender, pitching, atau mengajukan penawaran proyek
Gaya proposal harus persuasif dan strategis, bukan cuma informatif.
Katalog: Pilihan Produkmu

Katalog berfungsi sebagai etalase digital atau cetak yang menampilkan produk atau jasa lengkap dengan spesifikasinya.
Biasanya berisi:
- Daftar produk atau layanan
- Gambar dan deskripsi singkat
- Harga (opsional)
- Varian, ukuran, atau bahan
- Kontak pemesanan
Tujuan: memudahkan calon pembeli memilih produk yang mereka butuhkan
Kapan dipakai: untuk promosi, pameran, atau dikirim ke klien yang sudah tertarik dengan produkmu
Katalog fokus pada “apa yang kamu jual,” bukan “siapa kamu” atau “kenapa kamu layak dipercaya.”
Panduan Singkat Sebelum Kamu Kirim Dokumen
Biar lebih mudah, berikut perbandingan singkat ketiganya:
| Jenis Dokumen | Fokus Utama | Tujuan | Momen Penggunaan |
| Company Profile | Identitas perusahaan | Bangun kepercayaan | Perkenalan awal |
| Proposal | Solusi dan rencana kerja | Meyakinkan calon klien | Pitching atau tender |
| Katalog | Produk dan layanan | Menawarkan pilihan | Promosi dan penjualan |
Masing-masing dokumen punya peran penting dalam komunikasi bisnis.
Company profile membantu memperkenalkan siapa kamu, proposal berfungsi untuk meyakinkan calon klien, dan katalog menjadi alat bantu visual untuk memudahkan keputusan pembelian.
Sebelum mengirim dokumen ke klien, pastikan kamu tahu tujuan komunikasimu.
Karena dokumen yang tepat di waktu yang tepat bisa bikin peluang bisnis makin terbuka lebar






