Brand Personality: Cara Menentukan & Mengaplikasikannya di Sosial Media

  • Home
  • /
  • Blog
  • /
  • Brand Personality: Cara Menentukan & Mengaplikasikannya di Sosial Media

Pernah nggak sih kamu ngerasa satu brand itu ‘lucu’, ‘bijak’, atau malah ‘kaku’?

Itulah yang disebut brand personality, kepribadian yang membuat brand terasa hidup, dekat, dan bisa “ngobrol” dengan audiensnya.

Buat kamu yang sedang membangun brand atau menangani sosial media klien, brand personality bukan sekadar ‘gaya bicara’. Ini adalah fondasi komunikasi brand yang akan menentukan tone, visual, sampai cara merespons komentar. Nah, supaya nggak asal-asalan, yuk kita bahas cara menentukan dan menerapkannya!

Pengertian Brand Personality

Secara sederhana, brand personality adalah karakter atau sifat manusia yang dikaitkan dengan sebuah brand.

Misalnya:

  • Nike: ambisius, inspiratif, kompetitif
  • Innisfree: lembut, natural, minimalis
  • Gojek: gesit, dekat, jenaka

Brand personality membantu audiens merasa terkoneksi secara emosional, bukan cuma fungsional.

Pentingnya Brand Personality

  1. Membedakan dari kompetitor
    Brand kamu bisa jual produk yang sama, tapi cara menyampaikannya yang bikin beda.
  2. Membangun koneksi emosional
    Audiens lebih mudah loyal ke brand yang terasa “dekat”.
  3. Mempermudah komunikasi
    Semua elemen, caption, desain, dan CS punya acuan yang sama. Nggak ngambang.

5 Langkah Menentukan Brand Personality

1. Kenali Audiensmu

Siapa target market-mu? Milenial urban? Ibu muda? Gen Z pecinta fashion? Karakter audiens ini akan membentuk cara brand berbicara.

2. Identifikasi Nilai Brand

Apa yang kamu perjuangkan? Inklusivitas? Efisiensi? Estetika? Nilai-nilai ini akan jadi pondasi personality brand.

3. Pilih karakteristik manusiawi

Gunakan framework seperti Aaker’s Brand Personality Dimensions:

  • Sincerity (tulus)
  • Excitement (bersemangat)
  • Competence (andal)
  • Sophistication (elegan)
  • Ruggedness (tangguh)
Baca juga:  Apa Itu Social Media Listening dan Mengapa Penting untuk Bisnis?

Contoh: Brand minuman sehat = sincere + competence, Brand makeup anak muda = excitement + fun.

4. Buat Guideline Tone of Voice

Mulai dari kata sapaan, gaya bahasa, emoji yang dipakai, hingga cara merespons kritik.

5. Konsisten di Semua Channel

Dari Instagram, LinkedIn, sampai WhatsApp Business. Konsistensi = kredibilitas.

Cara Mengaplikasikan di Sosial Media

1. Visual = Suara Tanpa Kata

Desain feed, warna, font, dan foto harus mencerminkan kepribadian brand. Kalau brand kamu energik, jangan pakai tone warna pastel doang. Tambahkan elemen bold!

2. Caption = Nada Suara

Caption adalah tempat brand personality bersinar. Contoh perbedaan tone:

  • Formal: “Kami meluncurkan produk baru minggu ini.”
  • Friendly: “Ada yang baru minggu ini! Siap-siap jatuh cinta.”

3. Story & Reels = Interaksi Ringan

Gunakan format QnA, polling, atau cerita harian. Tunjukkan sisi manusiawi brand.

4. Komentar & DM = Level Keintiman

Brand yang personality-nya kuat biasanya responsif dan komunikatif. Hindari jawaban template. Balas seolah-olah kamu ngobrol sama temen.

Contoh Brand Personality di Sosial Media

BrandPersonalityAplikasi di Sosmed
Skincare lokalSincere + NurturingEdukasi ringan + tone lembut + warna natural
Fashion streetwearBold + RebelliousTone nyentrik, visual kontras, caption pakai slang
Startup SaaSSmart + ReliableKonten edukatif, clean visual, tone profesional tapi santai

Yuk, Bangun Karakter Brand Kamu!

Ingat, brand tanpa personality itu seperti manusia tanpa kepribadian—sulit diingat dan nggak menarik.

Mulai dari kenal siapa audiens kamu, tahu nilai-nilai brand, sampai bikin guideline tone of voice yang konsisten di sosial media.Kalau kamu butuh brainstorming atau pengembangan brand personality untuk sosial media, tim SUP Creative siap bantu kamu!

Sigit Bahtiar
Writer & Blogger

Artikel Serupa

  • All Posts
  • Blog
    •   Back
    • Branding
    • Marketing
Edit Template

Let's Collaborate!

Isi data singkat, lalu kita lanjut ngobrol santai di WhatsApp.

Whatsapp Form

Awesome!

Data diterima. Mengalihkan ke WhatsApp...

Buka WhatsApp Sekarang
Start Project?